Thursday, June 17, 2010

Personal dan Sosial yang soleh..

Bismillah..
Assalamualaikum..

“Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al-Hajj: 77)

Ayat ini menggambarkan secara ringkas manhaj Allah SWT untuk manusia dan beban taklif  bagi mereka agar mendapatkan keselamatan dan kemenangan. Ia dimulakan dengan perintah untuk rukuk dan sujud yang merupakan gambaran gerakan solat yang tampak dan jelas, dilanjutkan dengan perintah untuk beribadah secara umum yang meliputi segala gerakan, amal dan pikiran yang di tujukan hanya kepada Allah SWT sehingga segala aktiviti manusia boleh beralih menjadi ibadah bila hati ditujukan hanya kepada Allah SWT bahkan kenikmatan-kenikmatan dari kelazatan hidup dunia yang dirasakannya dapat bernilai ibadah yang ditulis sebagai pahala amal baik .

Ayat ini ditutup dengan perintah berbuat baik secara umum dalam hubungan horizontal dengan manusia setelah perintah untuk membangun hubungan vertikal dengan Allah SWT, dalam solat dan ibadah lainnya. Oleh sebab itu, perintah ibadah dimaksudkan agar umat Islam selalu terhubung dengan Allah SWT sehingga kehidupan berdiri di atas landasan yang kukuh dan jalur yang dapat membawa kepada-Nya. Sedangkan perintah untuk melakukan kebaikan, dapat membangkitkan kehidupan yang istiqamah dan kehidupan masyarakat yang penuh dengan suasana kasih sayang.

Perintah ini dipertegas kembali di akhir surah al-Hajj, bahawa umat Islam akan mampu mempertahankan kewujudannya  sebagai umat pilihan dan sebagai saksi atas umat yang lain manakala mampu membina hubungan baik dengan Allah SWT dan membina hubungan baik sesama manusia.
Secara redaksional  dalam urutan perintah ayat di atas, ternyata Allah SWT mendahulukan kesolehan personal dari kesolehan sosial. Ini bererti bahawa untuk membangun kesolehan sosial, harus dimulai dengan kesolehan personal. Atau kesolehan personal akan memberikan kekuatan untuk soleh juga secara sosial. Bahkan seluruh perintah beribadah kepada Allah SWT dimaksudkan agar lahir darinya kesolehan sosial, seperti solat misalnya, bagaimana ia boleh mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

Telah dijelaskan oleh Ibnu Asyur bahawa dua bentuk amal inilah yang sangat berat untuk dilakukan kerana: Pertama, bangun malam merupakan sesuatu yang sangat berat kerana mengganggu rehat seseorang. Padahal amal itu merupakan amal yang paling utama untuk membangun kesolehan personal seseorang. Kedua, amal yang melibatkan harta terkadang sangat sukar untuk dipenuhi kerana manusia pada dasarnya memiliki sifat kikir dengan sangat mencintai hartanya. Di sinilah Allah SWT menguji kesolehan sosial seseorang dengan memintanya untuk mengeluarkan sebahagian harta untuk mereka yang memerlukan.

Cara agar tidak bersifat keluh kesah lagi kikir juga sangat terkait dengan kemampuan seseorang membangun dalam dirinya dua kesolehan tersebut secara serentak. Allah SWT memberi jaminan;

“Kecuali orang-orang yang mengerjakan solat, yang mereka itu tetap mengerjakan solatnya, dan orang-orang dalam hartanya tersedia bahagian tertentu, bagi orang miskin yang meminta dan orang yang tidak memiliki apa-apa (yang tidak mau meminta).” (QS. Al-Ma’arij : 22-25)

Berapa banyak dari umat ini yang hanya mementingkan soleh secara sosial tapi lupa akan hubungan baik dengan Allah SWT. Sebaliknya, banyak juga yang soleh secara personal namun ketika berhadapan dengan sosial, ia larut dan tidak mampu membangun kesolehan di tengah-tengah  mereka. Sungguh umat ini sangat memerlukan kehadiran komuniti yang soleh secara personal, dalam erti mampu menjaga hubungan baik dengan Allah SWT. Soleh secara sosial dalam erti mampu memelihara hubungan baik dan memberi kebaikan dan manfaat yang besar bagi kemanusiaan.
 
Allahu a’lam

sumber: halaqah online.com

Saturday, June 12, 2010

Tujuan Hidup dari Al Quran

Bismillahirrahmaanirahiim

Dengan kerendahan hati mari kita semak pesan-pesan Al-qur'an tentang tujuan hidup yang sebenarnya

Nasihat ini untuk semuanya ..........
Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........
Untuk mereka yang belum memiliki arah.........
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
nasihat ini untuk semuanya.......
Semua yang menginginkan kebaikan.

Nikah itu ibadah.......
Nikah itu suci........... ingat itu......
Memang nikah itu boleh kerana harta, boleh kerana
kecantikan, boleh kerana keturunan dan boleh kerana agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan.....
kerana semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan..... Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Tidak dimungkiri bahawa keluarga terbentuk kerana cinta....
Namun...... jika cinta engkau jadikan sbg landasan,
maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan......
Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akhirat.......
Jadikanlah redho Allah sebagai tujuan......
Nescaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu".....
disambut istri ketika datang dan dilayani segala keperluan.......
Jika ini kau lakukan "istanamu" tidak akan kekal..

Lihatlah manusia teragung Muhammad saw....
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan
serban, karena sang istri tercinta tidak mendengar kedatangannya.

Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar........
Menjahit bajunya yang koyak........

Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu".....
Disayang, dimanja dan dilayani suami......
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu....
Jika itu engkau lakukan, "istanamu" akan menjadi neraka bagimu

Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........
Jangan engkau terlalu menuruti isterimu......
Jika itu engkau lakukan akan celaka....
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....
Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu
tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena
menuruti kemauan sang isteri.

Tegaslah terhadap isterimu.....
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.......
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya......
Lihatlah bagaimana isteri Nuh dan Luth.....
Di bawah bimbingan manusia pilihan, jesteru mereka menjadi penentang.....
Isterimu bisa menjadi musuhmu....

Didiklah isterimu...
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang taat terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang mampu menjaga kehormatannya......
Jadikan dia sebagai Khadijah, wanita utama yang mampu mendampingi sang
suami Muhammad saw menerima tugas risalah.....

Isterimu adalah tanggung jawabmu....
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.....
Biarkan mereka menjadi wanita soleha...
Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam....
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...

Jika engkau menjadi isteri...
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu...
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah......
Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami.....
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya....
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu....
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu....
Jika itu kau lakukan..... Kecintaannya terhadapmu akan
memaksanya menjadi penderhaka...... jangan..........

Jika engkau menjadi ayah......
Jadilah ayah yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah ayah yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah ayah yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah..........
Ajaklah mereka taat kepada Allah.......
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti.......
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat.......
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah..........
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang soleh.....
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Jika engkau menjadi ibu....
Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh....
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu....
Jadikanlah mereka mujahid.........
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah.....
Jangan biarkan mereka bermanja-manja.....

Amin.... 

Wallahualam..